Kamis, 25 April 2013

Arsitektur Aplikasi


Terdiri dari bentuk:

¨standalone,

¨client server (two-tier application)

¨three-tier application, dan

¨N- tier application.


  • aplikasi standalone

  • Arsitektur two-tier application
Dua aplikasi yang saling berkomunikasi, satu dengan yang lain dapat saling memberikan data dan informasinya

Keterangan :

¨Client melakukan sebuah permintaan ke server, biasanya jaringan computer telah terhubung dengan topologi jaringan tertentu


¨Ketika server menerima permintaan layanan tersebut, server mengatur dan membawa permintaan tersebut. Server tersebut kemudian mengirimkan balik sebuah pesan respon ke client yang meminta


¨Respon tersebut dapat berupa sekumpulan record, pesan kesalahan, atau sebuah nilai Boolean yang mengindikasikan apakah permintaan telah dieksekusi dengan sukses



Arsitektur three-tier application

¨Aliran informasi pada dasarnya tetap lenear: sebuah permintaan (request) datang dari client ke server, server tersebut mengambil atau menyimpan data dari/ke basis data, basis data tersebut mengembalikan informasi ke server, dan server tersebut mengembalikan informasi ke client.


¨Terdapat lapisan-lapisan yang menunjukkan bahwa arsitektur tersebut three-tier, yaitu :
1.User tier (presentation layer, user services)
2.Business tier (business logic layer, business services)
3.Data tier (data layer, data services)


Arsitektur N-tier application

¨Pembagian business services model menjadi unit-unit yang lebih kecil yang  mudah dimanage, menghasilkan n-tier arsitektur atau multi-tier aplikasi.

¨N-tier berasal dari aplikasi logic tier yang dibagi dalam beberapa logical tier yang masing-masing memiliki tugas khusus.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar